Kamis, 09 Januari 2014

Malam Kah ITu

lalui malam gelap berbintang
seraya mengayuh asa belai lembut sang peri
memeluk hangat selimuti jiwa nan merindu
tiap detik menunggu,
menanti di balik jendela ...............

memandang langit malam
menebak dimana bintang peraduan peri hati
tak berkedip mata menanti panggilan merdu cinta
bahwa disana rindu tak terbendung juga
disini mengiba hati kapan hadir peri cinta....

jika malam dapat terbeli...
maka aku kan membelinya....
karena malam adalah ketakutanku
merasakan rindu itu
kian tak menentu jiwa ini menghayalmu
dibalik bintang dilangit sana

dan kini kuhanya bisa memandangi bintang
memanggilmu dengan hati
periku kusangat merindu
bukan karena aku tak tahu
tapi malam selalu mengantarku
pada labirin cinta yang kau torehkan dulu....

antara ada dan tiada ku telusuri bintang malam
bahwa cinta ini menasbihkan aku memilihmu
meski kini dibintang mana aku menjemputmu....
jika tak ada bintang dilangit aku mati......
maka jangan pernah sirna bintang hatiku......

untuk kamu

 
aku tak bisa menyapamu sempurna
aku takbisa memelukmu sempurna
aku tak bisa mencintaimu sempurna
aku tak bisa berkasih sayang denganmu sempurna
membelai, memeluk, mencium, mencumbu dan bercinta
denganmu adalah mimpi yang lama kuinginkan
meski hanya melalui tulisan ini kuingin terus menjadi sempurna
meski kesempurnaan ini tak bisa memiliki
namun kuyakin waktu kan memihak kepadaku tuk bisa meraih mimpi itu

sby,1/7/2012